DARI AWAL HINGGA GMW-B5000 EPISODE 2 : EVOLUSI JAM TANGAN LOGAM

Oleh ridanty Pada Feb 3, 2021

Impian bapaknya G-SHOCK
Sejak diluncurkannya G-SHOCK yang pertama di tahun 1983, G-SHOCK telah menjawab berbagai tantangan dan terus berevolusi. 30 tahun sejak pertama kali jam tangan tersebut diluncurkan, “Proyek Mimpi G-SHOCK” – proyek baru Kikuo Ibe – mulai direalisasikan. Tujuan pembuatan jam tangan ini adalah untuk membuat versi lain dari jam tangan legendaris ini, yaitu membuat G-SHOCK dari logam dan untuk membuatnya dengan bahan yang paling indah: emas. Silakan baca kisah lengkap dari tantangan yang tak mudah dikerjakan ini.
Cita-cita membuat jam tangan dari logam
Sejak peluncuran pertamanya di tahun 1983, G-SHOCK terus berevolusi seiring perkembangan tren dan menawarkan berbagai variasi untuk para penggemarnya. Penggemar G-SHOCK yang masih muda pada umumnya menyukai desain inovatif dan warna-warna yang ditawarkan, sehingga banyak dari mereka kemudian menjadi penggemar berat G-SHOCK. Selanjutnya, di tahun 1990-an, G-SHOCK bertransisi lebih jauh lagi dalam evolusinya: berkembang menjadi model yang akan selalu disukai penggemarnya, bahkan ketika para penggemarnya ini telah beranjak dewasa. Hal ini diwujudkan dalam bentuk G-SHOCK berbahan logam. Hal ini pun merupakan sebuah impian dan kebanggaan dari Kikuo Ibe, sang pencipta G-SHOCK.
 Resin adalah bahan yang ringan dan mudah diolah sehingga digunakan untuk berbagai komponen eksterior G-SHOCK. Resin terus digunakan hingga G-SHOCK berbahan logam diperkenalkan ke masyarakat. Untuk membuat G-SHOCK berbahan logam, tim G-SHOCK pun harus memastikan bahwa jam ini akan cukup tangguh ketika terjatuh, sehingga tentunya 
harus pula mempertimbangkan berat jam tangan itu sendiri. Selain itu, tim G-SHOCK harus memperhatikan desain muka jam yang tidak rata di beberapa tempat, sehingga lebih rentan ketika terjatuh. Jadi, kali ini, masalahnya adalah bagaimana cara  mewujudkan sebuah G-SHOCK setangguh G-SHOCK lainnya namun menggunakan bahan logam. Jangan lupa, G-SHOCK ini harus lebih kuat, karena bahannya pun lebih berat. Proses pengembangannya cukup menantang, tapi, setelah dua tahun bekerja keras, MRG-100 pun berhasil diluncurkan.  
Menggunakan struktur cangkang berongga yang sama dengan model sebelumnya, MRG-100 adalah pewaris identitas G-SHOCK. Bahan yang digunakan kali ini adalah baja yang telah ditempa. Model ini muncul di struktur yang keseluruhannya terbuat dari logam dan tahan guncangan yang hanya dimungkinkan karena adanya inovasi teknologi, termasuk inovasi dalam modul ketahanan terhadap getaran, konstruksi pada bezel, dan suspensi karet untuk penutup jam di bagian belakang.
    MR-G MRG-100/110系 裏蓋
Saat Kekuatan dan Keindahan Bersatu
Bersamaan dengan diluncurkannya MGR-100, koleksi MR-G pun lahir dan mempercepat kelahiran koleksi premium G-SHOCK yang keseluruhannya terbuat dari logam. Bahannya beragam, mulai dari baja hingga titanium. Teknik penempaan pun makin berkembang demi membentuk bezel, cangkang, maupun tali jam yang kompleks. Selain itu, kaca gelas diaplikasikan dengan sangat hati-hati. Dengan proses tersebut, perkembangan G-SHOCK terus dilakukan dengan memastikan adanya pembuatan jam tangan dengan tingkat keahlian dan kecermatan yang sangat tinggi. 
/var/folders/qp/m5mmspd92l79h6vjh_kp_k9m0000gn/T/com.microsoft.Word/WebArchiveCopyPasteTempFiles/86395c09-8a2d-4d0f-aaff-41d526940f02  /var/folders/qp/m5mmspd92l79h6vjh_kp_k9m0000gn/T/com.microsoft.Word/WebArchiveCopyPasteTempFiles/2e731845-96e0-477d-8d1d-0834f0c753bb  
Model-model lain pun diluncurkan, termasuk di antaranya MT-G dan G-STEEL yang mengkombinasikan logam dengan resin. Bersamaan dengan berkembangnya koleksi tersebut, G-SHOCK dengan bahan logam mulai bersaing dengan G-SHOCK berbahan resin.
Ketangguhan Terbaik Bertemu Bahan Terbaik
Kini, kita percepat ke 30 tahun setelah lahirnya G-SHOCK yang pertama. Jam yang sangat tangguh ini menambahkan satu lagi halaman ke dalam buku sejarahnya: sebuah jam tangguh berbahan emas 18 karat. Konsep intinya adalah: nilai yang tak lekang oleh waktu. Seperti yang dikatakan Kikuo Ibe, “Kolaborasi antara G-SHOCK, ketangguhannya yang tak terkalahkan, dengan emas yang merupakan bahan terbaik dari logam, memberikan tantangan lain untukku: menyatukan dua hal terbaik.”
Model ini pertama kali dikembangkan sebagai model simbolis dari semangat tantangan G-SHOCK. Ibe, yang memimpin proyek ini, semangat menghadapi berbagai kemungkinan yang ada. Namun, pembuatan “versi sebenarnya” dari model ini yang harus sesuai dengan standar-standar G-SHOCK menjadi tujuan pembuatan jam ini. Sebuah tim khusus dibuat untuk merealisasikan proyek ini.
Hal pertama yang mereka atasi adalah membuat konstruksi tahan guncangan dari emas 18 karat. Perlu diketahui, emas lebih berat 150% dibandingkan baja. Dengan konstruksi sebelumnya, akan sulit memenuhi kriteria “tahan guncangan”. Solusi yang mereka temukan adalah menutup bagian dalam jam di bagian cangkang luar dengan dengan perantara bantalan resin halus agar tersedia penyerapan getaran di semua arah, sebuah ide yang berhasil dipenuhi dengan mengaplikasikan konsep inovatif dari “konstruksi tempurung baru”.
Tim khusus ini juga sangat berhati-hati dalam memproses emas yang sangat rapuh namun canggih ini. Untuk bisa melakukannya, tim khusus ini belajar ke berbagai produsen dan artisan terampil untuk mempelajari berbagai keahlian, dan mereka berhasil membuat jam tangan dengan detail yang luar biasa, termasuk di dalamnya komponen mikro yang dibuat dan dipasangkan dengan tangan manusia. Baik cangkang, tali dan tombol, hingga sekrup terkecil, semua dibuat dari emas 18 karat.
Mereka menumpahkan seluruh semangat dan teknologi yang mereka punya ke dalam sebuah proyek ambisius untuk merealisasikan impian yang terbaik dari yang terbaik. Hal ini benar-benar merupakan kelahiran “dream team G-SHOCK” yang bergerak dengan semangat “pantang menyerah”.
  Polished to perfection  Fully shock resistant
Lebih berharga daripada sebelumnya dengan harga premium
G-SHOCK berbahan emas 18 karat pertama diperlihatkan di Baselworld tahun 2015 dan disebut sebagai “Yang Spesial dari Ibe”. Lalu, untuk memenuhi permintaan yang cukup banyak, tim pembuat G-SHOCK ini mengambil pekerjaan pembuatan jam tangan khusus ini untuk konsumen publik. Casio hanya memenuhi pembuatan jam tangan ini sebanyak 35 buah saja di seluruh dunia, yang dipersembahkan sebagai model khusus untuk memperingati 35 tahun lahirnya G-SHOCK. Walau harganya mencapai sekitar Rp. 1.036.689.339, ke-35 jam tangan ini langsung habis di pasaran. 
Kata-kata Ibe, “G-D5000 merupakan sebuah karya yang benar-benar menjelajahi alam mimpi penggabungan G-SHOCK dengan semangat ketangguhan yang terus meningkat, yaitu dengan emas, sebuah bahan yang sangat elegan. Desain kotak yang telah ada sejak awal pembuatan G-SHOCK, adalah simbol G-SHOCK yang sebenarnya, konsep dari jam yang tak akan hancur. Selain itu, keindahan emas 18 karat merupakan perwujudan dari mimpi G-SHOCK dengan bahan logam, yang bukan sembarang logam, namun logam dengan kualitas terbaik. Sejarah G-SHOCK juga merupakan sejarah merealisasikan mimpi.” 
Tantangan yang dijalankan Kikuo Ibe dengan G-SHOCK dengan pandangannya terhadap bentuk-bentuk lain dari ketangguhan terbaik, sepertinya akan terus berlanjut.
    Kikuo Ibe



Bersambung di isu selanjutnya : #3 LAHIRNYA GMW-B5000